PENGHITUNGAN BAKTERI ANGKA LEMPENG
TOTAL (ALT) AEROB ( SNI )
1.
Tujuan
Instruksi Kerja Metode ini
sebagai upaya untuk menentukan jumlah total bakteri aerob
pada produk perikanan.
2. Ruang lingkup
a.
Instruksi Kerja Metode ini meliputi pemeriksaan jumlah total bakteri aerob dengan
metode konvensional.
b. Penentuan jumlah total bakteri aerob pada produk perikanan.
3. Acuan
SNI
01-2332.3-2006
Maturin, L., and Peeler, J. T., 2001. BAM: Aerobic Plate
Count. Bacteria.
Bacteriological Analytical Manual. USFDA.
4. Bahan
a. Plate Count Agar
(PCA)
b.
Larutan Butterfield’s phosphate buffered
(BFP) / Larutan KH2PO4.
5. Alat
a) Inkubator;
b) Blender yang dapat disterilisasi
c) Botol
pengencer;
d) Cawan petri ;
e)
Tabung reaksi;
f) Timbangan
analitik dengan ketelitian 0,0001 g;
g)
Mikroskop;
h)
Pipet;
i) Autoclave
6.
Prosedur pelaksanaan
6.1 Persiapan contoh
Contoh
ikan ditimbang sebanyak 25 g, di-blender
secara aseptis, atau contoh cair sebanyak
25 ml, kemudian dimasukkan dalam
wadah atau plastik steril dan ditambahkan 225 ml larutan Butterfield’s
Phosphate Buffered. Homogenat ini sebagai 10 -1.
Dengan
menggunakan pipet steril, ambil 1 ml homogenat di atas dan dimasukkan ke dalam
tabung yang berisi 9 ml larutan BFP untuk mendapatkan pengenceran 10-2.
Siapkan pengenceran selanjutnya 10-3 dengan mengambil 1 ml contoh
dari pengenceran 10-2 ke dalam 9 ml BFP. Pada setiap
pengenceran dilakukan pengocokan minimal 25 kali. Selanjutnya lakukan hal
yang sama untuk pengenceran 10-4, 10-5 dst. sesuai
kondisi contoh.
6.2 Tahap analisa
a). Pipet 1 ml
dari setiap pengeceran 10-1, 10-2,dst dan masukkan ke
dalam cawan petri steril. Lakukan secara duplo untuk setiap pengenceran.
b). Tambahkan 12
ml-15ml PCA yang sudah didinginkan dalam hingga mencapai suhu 45 OC
± 1 oC ke dalam masing-masing cawan yang sudah berisi contoh. Supaya
contoh dan media PCA tercampur sempurna lakukan pemutaran cawan ke depan ke belakang
dan ke kiri-ke kanan.
c). Setelah agar
menjadi padat, untuk penentuan mikroorganisme aerob inkubasi cawan-cawan
tersebut dalam posisis terbalik dalam inkubator selama 48 jam ± 2 jam pada suhu
35 OC.
d). Lakukan
kontrol tanpa contoh dengan mencampur larutan pengencer dengan media PCA.
e).
Kemudian hitung cawan-cawan yang mempunyai jumlah koloni 25-250 dengan alat penghitung koloni atau “hand tally counter”.
6.3
Pembacaan dan perhitungan koloni pada cawan petri
a).
Cawan yang mengandung jumlah 25 koloni-250 koloni dan bebas spreader.
Catat pengenceran yang digunakan dan hitung
jumlah total koloni. Perhitungan Angka Lempeng Total sebagai berikut :
∑C
N =
-------------------------------------
[(1 x n1) + (0,1 x n2)] x (d)
Dengan :
N adalah jumlah
koloni produk, dinyatakan dalam koloni per ml atau koloni per g.
∑C adalah jumlah
koloni pada semua cawan yang dihitung
n1 adalah
jumlah cawan pada pengenceran pertama yang dihitung
n2 adalah
jumlah cawan pada pengenceran kedua yang dihitung
d adalah
pengenceran pertama yang dihitung.
CONTOH :
Pengenceran
1:100
1:1000
Jumlah Koloni
232
dan
244
33 dan 28
(232 + 244 + 33 + 28)
N =
-------------------------------------
[(1
x 2) + (0,1 x 2)] x (10-2)
= 537 / [(2 + 0,2)] x (0,01)
= 537 / (2,2 x 0,01)
= 537 / 0,022
= 24.409
= 24.000
= 2.4 x 104
kol/g
b) Jumlah koloni semua cawan
kurang dari 25 koloni atau cawan tanpa koloni.
Bila cawan duplo dari pengenceran terendah
menghasilkan koloni kurang dari 25, hitung jumlah yang ada pada cawan dari tiap
pengenceran. Rata-ratakan jumlah koloni per cawan dan kalikan dengan faktor
pengenceran untuk menentukan ALT yang diperkirakan. Tandai ALT dengan tanda bintang ( pada Tabel
no. 3) untuk menandai bahwa penghitungan diluar 25-250 koloni per cawan.
c) Cawan dengan jumlah koloni
lebih besar dari 250
Bila jumlah koloni per cawan lebih besar dari
250 pada seluruh pengenceran, hitung koloni-koloni pada cawan untuk memberikan
gambaran penyebaran koloni secara representative. Tandai penghitungan ALT
dengan tanda bintang untuk menandai bahwa penghitungannya diluar 25-250 koloni
per cawan (Tabel no. 4).
d) Spreaders
Penyebaran koloni biasanya dibagi dalam 3 bentuk :
- Rantai koloni, tidak terlalu
kelihatan terpisah, karena disintegrasi rumpun bakteri.
- Terbentuk lapisan air antara agar
dan dasar cawan.
3. Terbentuk lapisan air pada air
sisi atau permukaan agar
Bila
cawan yang disiapkan untuk contoh lebih banyak ditumbuhi oleh spreader seperti
(1) area ditutupi oleh spreader, termasuk total area yang melebihi 50%
pertumbuhannya lebih dari 25% laporkan cawan spreader.
Rata-rata
jumlahnya untuk pengenceran, laporkan jumlahnya sebagai ALT aerob (Tabel no.5).
Jika perlu menghitung cawan yang berisi
spreader yang tidak dibatasi oleh (1) dan (2) dapat dihitung tiga bentuk spreader sebagai satu
pertumbuhan. Untuk tipe pertama, bila
hanya terdapat satu rantai, hitunglah sebagai koloni tunggal. Bila ada satu
atau lebih rantai yang terlihat dari sumber lain, hitung tiap sumber itu
sebagai satu koloni. Jangan menghitung tiap individu dalam rantai sebagai koloni yang
terpisah. Tipe 2 dan 3 biasanya dihasilkan dalam bentuk koloni dan
dihitung sebagai koloni. Gabungkan
perhitungan koloni dan penghitungan spreader untuk menghitung ALT.
e) Cawan tanpa
koloni
Bila cawan dari semua pengenceran tidak menghasilkan koloni,
laporkan ALT sebagai kurang dari 1 kali pengenceran terendah yang digunakan.
Tandai ALT dengan tanda bintang bahwa penghitungannya diluar 25-250 koloni
(Table no.6).
f). Cawan duplo
satu dengan 25-250 koloni dan yang lain lebih dari 250 koloni.
Hitung kedua cawan termasuk yang lebih dari 250 koloni dalam penghitungan ALT (Tabel no.7).
g). Cawan duplo satu
cawan dari tiap pengenceran dengan 25-250 koloni.
Bila 1 cawan dari tiap pengenceran
menghasilkan 25-250 koloni dan cawan lain menghasilkan lebih dari 250 koloni
atau kurang 25 koloni, hitung keempat (4) cawan yang termasuk cawan yang lebih
dari 250 koloni atau kurang dari 25 koloni dalam penghitungan ALT (Tabel no.8).
h). Cawan duplo kedua cawan dari satu
pengenceran dengan 25-250 koloni hanya 1 cawan dari pengenceran yang lain dengan 25-250 koloni.
Bila kedua cawan dari satu pengenceran
menghasilkan 25-250 koloni, hitung keempat (4) cawan yang termasuk cawan
yang kurang 25 koloni atau lebih dari
250 koloni dalam penghitungan ALT (Tabel no. 9).
6.4. Pelaporan
1). Bulatkan angka menjadi
2 angka yang sesuai, bila angka ketiga 6 atau diatasnya, maka angka ketiga
menjadi 0 dan dan angka kedua naik 1, misal 456 menjadi 460.
2). Bila angka ketiga 4 atau dibawahnya, maka angka ketiga menjadi
0 ada angka kedua tetap, misal 454 menjadi 450
3) Bila angka ketiga 5,
maka angka tersebut dibulatkan menjadi 0 dan angka kedua adalah genap, misal
445 menjadi 440.
4) Bila angka ketiga 5, maka angka tersebut dibulatkan menjadi 0
dan angka kedua naik 1 angka misal 455
menjadi 460.
7. Dokumentasi
Instruksi Kerja
Metode ini disimpan dalam bentuk berkas dan/atau file dalam komputer dengan
status legalitas yang sama. Adapun formulir terkait yang digunakan dalam
Instruksi Kerja Metode ini adalah worksheet analis dan LHPS.
|
Lampiran
1.
PETUNJUK PENGHITUNGAN ALT
|
|
PETUNJUK PENGHITUNGAN ALT
Catatan :
1.
Koloni yang dihitung dalam
batas 25-250 koloni.
2.
Perhitungan angka:
a.
Bila angka ketiga dari kiri
≥ 5, maka angka ketiga menjadi 0 (nol) dan angka kedua naik 1 angka.
b.
Bila angka ketiga dari kiri
≤ 4, maka angka ketiga menjadi 0 (nol) dan angka kedua tetap.
|
|
Lampiran
2.
Pembuatan Media
1. BFP (Butterfield’s buffered phosphate)
Larutan stok: Timbang media merk MERCK KH2PO4 sebanyak 34 gram
dalam 500 ml akuades, atur pH 7.2 dengan 1 N NaOH, tambahkan akuades sampai volume 1000 ml, homogenkan, sterilisasi dengan autoclave
pada suhu 121OC selama 15 menit.
Larutan kerja: pipet 10 ml larutan stok dan tepatkan
hingga 1000 ml dengan penambahan akuades, sterilisasi dengan
autoclave pada suhu 121OC selama 15 menit. Selanjutnya digunakan sesuai dengan keperluan
pengujian.
2. PCA (plate count agar)
Ambil Media merk MERCK sebanyak 22,5 gram dilarutkan sampai 1000 ml akuades
dalam erlenmeyer yang diberi stirer magnetik, homogenkan lalu dipanaskan
hingga mendidih selama 1 menit, sterilisasi dengan autoclave pada suhu 121OC
selama 15 menit. Selanjutnya dituang ke dalam
cawan petri sesuai dengan
keperluan pembuatan media.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.